Terima Kasih Atas Kunjungan Anda... Mari Sukseskan Program KB untuk Kita Semua

Selasa, 06 Mei 2014

IMPLIKASI KEBIJAKAN DAN RESPON PEMERINTAH TENTANG PENGENDALIAN PENDUDUK



Pertumbuhan penduduk mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi, hal ini telah dikemukakan oleh para pakar ekonomi kependudukan dan penentu kebijakan telah melakukan kajian tentang hubungan antara pertumbuhan penduduk dengan pembangunan ekonomi.
Pendapat ini bisa dibuktikan dari dampak penurunan fertilitas dan perubahan demografi di Negara-negara yang telah maju, di mana Negara pertumbuhan penduduknya rendah, pertumbuhan ekonomi sangat tinggi, angka kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan menurun, pemakaian sumber daya alam berlangsung secara berkelanjutan sehingga implikasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat cukup bermakna.
Sebagai contohnya, Kelley dan Schmidt mengemukakan bahwa penurunan fertilitas dan mortalitas telah masing-masing telah memberikan konstribusi sebesar 22 % dalam meningkatkan pertumbuhan output. Atau kurang lebih sama dengan 21 % dari 1,5 % rata-rata pertumbuhan perkapita output.


Penurunan fertilitas akan menurunkan proporsi penduduk yang tidak produktif dibandingkan penduduk produktif atau angka beban tanggungan keluarga dan pemerintah semakin kecil sebagai dampak berkurangnya jumlah anak dalam keluarga melalui pengaturan kelahiran yang dilakukan oleh keluarga.

Perubahan struktur umur penduduk dan mengubah rasio ketergantungan anak-anak terhadap penduduk usia kerja, apalagi diikuti perluasan kesempatan kerja, maka tingkat kesejahteraan masyaraktat menjadi tinggi, dan sebaliknya jika pengendalian kelahiran tidak berhasil, jumlah anak-anak dalam keluarga besar/banya atau penduduk usia tidak produktif membludak, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lamban, angka kemiskinan semakin meningkat.

Lebih jauh Willianson mengatakan bahwa factor yang paling menentukan dalam melihat dampak perubahan demografi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah perubahan struktur penduduk (Williamson 2001).

Karena apabila struktur penduduk usia muda (tidak produktif) semakin besar jumlahnya, maka pertumbuhan pendapatan per kapita terserap oleh besarnya penduduk muda yang menjadi tanggungan penduduk usia kerja yang proporsinya relative kecil terhadap jumlah penduduk.

Padahal tenaga kerja ini diharapkan memupuk tabungan. Tetapi dengan lambatnya upaya pengendalian fertilitas atau kelahiran jumlah penduduk tidak produktif akan meningkat tajam yang tentu berdampak negative terhadap tabungan karena pendapatan hanya habis untuk konsumtif.

Dalam kesempatan perlu  dijelaskan mengapa pengendalian fertilitas ini penting dan strategis, karena hal ini sangat terkait dengan upaya mempengaruhi struktur usia penduduk, terutama mengarah pada ke kelompok umur usia produktif yang akan menguntungkan pertumbuhan ekonomi.
Para ekonom telah lama berpendapat bahwa tabungan (savings) menyumbang peningkatan pendapatan per kapita (level per capita income) karena investasi yang lebih besar akan memicu output per kapita yang lebih tinggi. Ini dibuktikan oleh Lee, Mason dan Miller (2001) dalam penelitiannya yang menggunakan data survey rumah tangga tentang pendapatan (earning), membuktikan peningkatan tabungan dan peningkatan akumulasi kekayaan berdasarkan Life Cycle model of saving behavior, life cycle model ini dipicu oleh perubahan ratio ketergantungan penduduk muda (15 tahun kebawah) dan peningkatan pesat dari penduduk usia kerja yang diakibatkan oleh penurunan fertilitas yang pesat.

Model ini memberikan stimulasi bagi Negara-negara yang  telah berhasil menata struktur penduduk melalui pengaturan kelahiran berkesinambungan. Simulasi ini menghasilkan peningkatan yang cukup bermakna dalam tingkat tabungan dan dalam akumulasi kekayaan (wealth income ratio) yang lebih tinggi.

Kapan pola pikir ini terjadi di Negara kita, di mana penentu kebijakan peka dengan upaya pengendalian kelahiran yang cukup memprihatinkan ini, saya kira karena ketidak empatian saja membuat orang tidak peduli terhadap upaya pengaturan jumlah anak dalam keluarga ini. Dalam hal ini sebagai penulis karena rasa kecintaan saya terhadap ibu-ibu supaya jangan terlalu banyak anaknya. Maka saya sampaikan tulisan ini semoga dijadikan bahan renungan bagi kita semua termasuk penentu kebijakan Untuk lebih menggugah kepada kita semua bahwa perubahan struktur umur penduduk  akan memberikan konstribusi penting bagi pelonjakan besar dalam tabungan dan investasi. Kenyataan sebaliknya bagi Negara berkembang karena ketidak berhasilan dalam upaya pengendalian kelahiran, maka menjadi salah satu sebab kemiskinan terus-menerus  baik itu terjadi pada tingkat rumah tangga maupun pada tingkat makro Negara. Kepedulian terhadap pengendalian penduduk memang mempunyai peranan yang penting terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan penduduk usia kerja yang lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk muda memberikan peluang untuk kita memperoleh bonus demografi yang telah terbukti di Negara yang sudah maju. Ini akan dapat diwujudkan jika ada respons kebijakan pemerintah yang positif.

Untuk membuka wawasan kita para pakar memberikan pengertian bonus demorafi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya ratio ketergantungan ( dependency ratio ) sebagai hasil proses penurunan fertilitas jangka panjang. Penurunan proporsi penduduk muda mengurangi besarnya beban keluarga dan pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, sehingga sumber daya lebih bisa dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Bonus demografi adalah merupakan peluang kesempatan ( the window of opportunity ) berupa tersedianya kondisi atau ukuran yang ideal pada perbandingan antara jumlah penduduk yang produktif dan dengan non produktif. Jadi terbukanya the window of opportunity yang menyediakan kondisi ideal untuk meningkatkan produktivitas, yang tentunya perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya bagi pemerintah dimanapun tingkatannya, apabila ada niat untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya.

Dari beberapa informasi yang telah disampaikan, maka dapat diberikan suatu harapan baik bagi mereka yang peduli kepada upaya pengendalian kelahiran, dan penentu kebijakan :

1.  Pengendalian kelahiran yang dilakukan perlu mendapatkan dukungan komitmen dari pemerintah daerah dimanapun, karena kalau kita terlambat dalam penanganan masalah kependudukan ini kita akan menemukan dampak negative yang lebih besar yang berkaitan dengan pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi, jangan – jangan sumber alam yang melimpah akan hanya tinggal kenangan,

2.   The window of opportunity yang akan memberikan peluang kesempatan untuk mencapai kondisi ideal untuk meningkatkan produktivitas ini harus direbut oleh setiap daerah dengan sebaik-baiknya bagi pemerintah, apabila ingin meningkatkan kesejahteraan penduduk.

3.   Penurunan fertilitas dan besarnya keluarga ideal akan memotivasi perempuan untuk masuk pasar kerja. Dengan masa melahirkan dan merawat anak menjadi lebih pendek , maka perempuan mempunya waktu yang lebih banyak untuk melakukan hal-hal yang bukan melahirkan dan merawat anak. Dan apabila perempuan ini dilahirkan dari generasi yang sudah menganut keluarga kecil, maka mereka cenderung memiliki keluarga kecil juga. Jadi perempuan akan semakin memilih untuk mempunyai anak lebih sedikit dan masuk ke pasar kerja, serta dapat menyumbang pada peningkatan produksi per kapita.

4.   Ada accounting effects dan behavioral effects  sebagai dampak pengaturan kelahiran atau terhindarnya atau tercegahnya kelahiran memberikan perubahan pola pikir masyarakat yang berkelanjutan kegenerasi mendatang.

5.  Dengan gaya hidup yang sudah modern saat ini perempuan juga akan semakin terbuka untuk menerima pembaharuan yaitu berpikir lebih memperhatikan kualitas dari pada kuantitas anak. Sehingga ada kecenderungan mereka tidak segan-segan untuk menginvestasikan pendapatannya untuk memperoleh pendidikan & kesehatan yang lebih baik bagi anaknya.

6.   Memang kita harus bersabar untuk melihat hasil program kependudukan seperti yang telah kita lakukan atau punyai saat ini “ It’s like watching the grass grow’ seperti memandangi rumput yang tumbuh di lapangan luas, tidak segera kelihatan hasilnya, tetapi hasilnya dapat dilihat jangka panjang , sebagi penentu kebijakan dan pelaku pembangunan harus arif melihatnya dan harus mau memandang lebih jauh kedepan, jangan yang sesaat atau jangka pendek saja. Generasi yang dipersiapkanmelalui perencanaan kehidupan berkeluarga adalah generasi mendatang yang penuh arti untuk kehidupan yang lebih maju, lebih bermartabat, berdaya saing - bukan generasi loyo tanpa mimpi dan harapan. (Priyo Basuki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar