Kinerja Badan Keluarga Berencana (BKB) Kabupaten Wonosobo kembali
menunjukkan capaian menggembirakan. Dari hasil paparan yang disampaikan Kepala
BKB, Junaedi SKM MKes, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kependudukan dan
Keluarga Berencana di Pendopo Kabupaten, Selasa 18 Maret 2014, terlihat adanya
over target pada jumlah akseptor baru. Dari target sebanyak 23.672 pasangan
usia subur (PUS), tercapai 25.752 PUS di akhir Desember 2013. Meski demikian,
Junaedi menyebut masih banyak permasalahan yang dihadapi jajarannya dalam upaya
menggapai suksesnya pembangunan Kependudukan dan program KB di Kabupaten
Wonosobo.
Beberapa masalah yang cukup krusial tersebut, diuraikan Junaedi antara lain
adalah masih tingginya kejadian wanita yang menikah di usia dini, atau kurang
dari 20 tahun. Dari hasil sensus penduduk pada Tahun 2010, didapatkan data
bahwa rata-rata wanita Wonosobo menikah pada usia 16,7 tahun. Hal itu diperkuat
dengan hasil pendataan keluarga PUS dengan istri berusia kurang dari 20 tahun,
di mana diperoleh hasil adanya 4955 PUS, atau secara prosentase adalah 3 % dari
total PUS yang mencapai 165.342 pasangan. Selain itu, tingginya jumlah
pemakaian alat kontrasepsi jangka pendek juga masih menjadi permasalahan yang
harus dicarikan solusi. Dari total akseptor pemakai kontrasepsi, Junaedi
mengemukakan, bahwa 59 % di antaranya adalah pengguna kontrasepsi jangka pendek
seperti suntik, pil dan kondom. Model kontrasepsi jangka pendek, disebut
Junaedi sangat rentan dan berpotensi gagal. Permasalahan lain yang tak kalah
krusial, menurut Junaedi adalah masih rendahnya partisipasi kaum pria dalam
ber-KB, kurangnya kesadaran perilaku PUS dalam menggunakan alat kontrasepsi,
serta masih kurangnya jumlah tenaga penyuluh KB. Menurut Junaedi, saat ini 1
petugas PLKB masih harus melayani 3 sampai 4 Desa.
Menyikapi hal tesebut, Junaedi mengaku telah menyiapkan berbagai program di
Tahun 2014. Sebagai prioritas, pihaknya akan berupaya meningkatkan
contraceptive prevelance rate (CPR) menjadi sebesar 83,5 %, dan menurunkan
kebutuhan KB yang belum terpenuhi, atau unmeet need sebesar 5,6 %. BKB juga
menargetkan tercapainya 9.843 peserta KB Baru dengan metode kontrasepsi jangka
panjang (MKJP), serta 1.055 peserta KB pria. Selain itu, pada Tahun 2014, BKB
juga akan lebih memperhatikan penyiapan kehidupan keluarga bagi remaja (PKBR),
demi mendewasakan usia perkawinan dan penundaan kehamilan bagi PUS berusia di
bawah 20 tahun.
Menanggapi paparan Kepala BKB, Bupati Wonosobo,
HA Kholiq Arif mengaku cukup apresiatif dengan capaian kinerja BKB. Meski
begitu, Bupati juga menyoroti penurunan capaian target akseptor baru yang
terjadi dua tahun belakangan. Dari capaian over target di Tahun 2011 yang
mencapai 121,3 %, angka 108,8 % yang dicapai pada 2012 dan 2013 memang
mengartikan adanya penurunan. Karena itu, Bupati berharap, di tahun 2014 akan
ada perbaikan pencapaian target lagi demi terwujudnya peningkatkan kualitas
hidup masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Kepada para peserta Rakerda yang
teridiri dari Kepala UPT KB se Kabupaten, Camat se-Kabupten, hingga unsur
pimpinan Puskesmas di masing-masing wilayah, Bupati berharap agar Rakerda
tersebut dapat menjadi media membangun jejaring yang kuat dalam pelaksanaan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar