Rabu, 23 April 2014
145 KADER IKUTI PELATIHAN BKB RINTISAN HOLISTIK INTEGRATIF
Revitalisasi Posyandu sangat diperlukan, Karena dengan Posyandu Kita dapat mengetahui tentang gizi anak, apakah berkecukupan atau masih mengalami kekurangan gizi. Sebab pemenuhan gizi yang baik akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak dimasa yang akan datang. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Hj Aina Lisa kholiq, SS, saat membuka acara Pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Kelompok BKB Rintisan Holistik Integratif melalui New Inisiatif, bertembat di Ballroom Hotel Krisna Wonosobo, Kamis (10/04)
Pada kesempatan itu juga disampaikan bahwa semestinya sekarang ini kita sudah menetapkan status siaga I, mengingat masih banyak anak-anak yang mengalami kekurangan gizi, menjadi korban kekerasan, dan semakin banyak anak yang tumbuh di jalan. “Di beberapa Negara berkembang jutaan balita gagal menikmati masa emas tumbuh kembang, karena kurangnya asupan gizi terhadap balita,’imbuhnya.
JUMLAH AKSEPTOR MELAMPAUI TARGET
Kinerja Badan Keluarga Berencana (BKB) Kabupaten Wonosobo, dalam menekan laju penduduk melalui program KB tahun 2013 melampaui target. Dari target sebanyak 23.672 pasangan usia subur (PUS), tercapai 25.752 PUS di akhir Desember 2013. Meskibegitu, untuk tahun 2014 harus bekerja keras, karena menghadapai sejumlah tantangan.
“untuk tahun 2014, masih banyak permasalahan yang dihadapi BKB dalam upaya menggapai suksesnya pembangunan Kependudukan dan program KB di Kabupaten Wonosobo,”kata Kepala BKB Wonosobo Junaedi, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kependudukan dan Keluarga Berencana di Pendopo Kabupaten, Selasa (18/4).
Langganan:
Komentar (Atom)

