Terima Kasih Atas Kunjungan Anda... Mari Sukseskan Program KB untuk Kita Semua

Rabu, 23 April 2014

145 KADER IKUTI PELATIHAN BKB RINTISAN HOLISTIK INTEGRATIF


Revitalisasi Posyandu sangat diperlukan, Karena dengan Posyandu Kita dapat mengetahui tentang gizi anak, apakah berkecukupan atau masih mengalami kekurangan gizi. Sebab pemenuhan gizi yang baik akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak dimasa yang akan datang. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Hj Aina Lisa kholiq, SS, saat membuka acara Pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Kelompok BKB  Rintisan Holistik Integratif melalui New Inisiatif, bertembat di Ballroom Hotel Krisna Wonosobo, Kamis (10/04)
Pada kesempatan itu juga disampaikan bahwa semestinya sekarang ini kita sudah menetapkan status siaga I, mengingat masih banyak anak-anak  yang mengalami kekurangan gizi, menjadi korban kekerasan, dan semakin banyak anak yang tumbuh di jalan. “Di beberapa Negara berkembang  jutaan balita gagal menikmati masa emas tumbuh kembang, karena kurangnya asupan gizi terhadap balita,’imbuhnya.

Lebih lanjut, menurutnya,asupan gizi terhadap balita sangat menentukan tumbuh kembang anak dimasa depan. Oleh karena itu diharapkan kader-kader BKB untuk bisa mengisi kehidupan anak-anak, supaya bisa menjadi generasi masa depan yang handal, sehat  dan cerdas. Terlebih dalam menyongsong era globalisasi seperti sekarang ini. Kader BKB adalah ujung tombak di masyarakat, untuk itu perlu menjadi role model bagi masyarakat sehingga tumbuh kesadaran akan pentingnya tumbuh kembang bagi anak-anak.




Sementara itu menurut ketua penyelenggara, Kabid Keluarga Sejahtera Badan Keluarga Berencana Kabupaten Wonosobo, Hendri Kuswanto, S.Pd, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan pilar utama pembangunan, karena  kualitas SDM sangat menentukan kemajuan bangsa. Kualitas SDM antara lain dicerminkan oleh derajat kesehatan, tingkat intelgensia, kematangan emosional dan spiritual yang ditentukan kualitas anak sejak dalam janin sampai usia 6 tahun.
Menurutnya , faktor yang menentukan kualitas anak usia dini, maka pelayanan dan pengembangan anak usia dini perlu dilakukan secara holistic integratif, yakni dengan bentuk pelayanan yang diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak secara utuh sesuai segmentasi umur anak.
“ Secara umum pelatihan ini  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan serta meningkatkan kompetensi kader dalam melakukan kegiatan BKB. Dan secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan, sikap positif dan keterampilan pengelola tentang pengelolaan BKB,”tegasnya.
Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 10 sampai dengan 13 April 2014 ini diikuti oleh 145 orang peserta, dari 29 BKB rintisan. Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari bidang KS-KP Perwakilan BKKBN Prov Jateng, Dinas instansi terkait, TP. PKK Kabupaten Wonosobo, praktisi, Ka. UPT BKB. . Adapun materi yang disampaikan mengenai Kebijakan dan strategi program KB, manajemen pengelolaaan kelompok serta berbagai materi tentang Bina Keluarga Balita. (priyo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar