Rabu, 23 April 2014
JUMLAH AKSEPTOR MELAMPAUI TARGET
Kinerja Badan Keluarga Berencana (BKB) Kabupaten Wonosobo, dalam menekan laju penduduk melalui program KB tahun 2013 melampaui target. Dari target sebanyak 23.672 pasangan usia subur (PUS), tercapai 25.752 PUS di akhir Desember 2013. Meskibegitu, untuk tahun 2014 harus bekerja keras, karena menghadapai sejumlah tantangan.
“untuk tahun 2014, masih banyak permasalahan yang dihadapi BKB dalam upaya menggapai suksesnya pembangunan Kependudukan dan program KB di Kabupaten Wonosobo,”kata Kepala BKB Wonosobo Junaedi, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kependudukan dan Keluarga Berencana di Pendopo Kabupaten, Selasa (18/4).
Junaedi menjelaskan, beberapa masalah yang cukup krusial tersebut, antara lain masih tingginya kejadian wanita yang menikah di usia dini, atau kurang dari 20 tahun. Dari hasil sensus penduduk pada Tahun 2010, didapatkan data bahwa rata-rata wanita Wonosobo menikah pada usia 16,7 tahun.
“Hal itu diperkuat dengan hasil pendataan keluarga PUS, dengan istri berusia kurang dari 20 tahun, di mana diperoleh hasil adanya 4955 PUS, atau secara prosentase adalah 3 % dari total PUS yang mencapai 165.342 pasangan,”katanya.
Selain itu, kata Junaedi, tingginya jumlah pemakaian alat kontrasepsi jangka pendek yang harus dicarikan solusi. Dari total akseptor pemakai kontrasepsi, 59 % di antaranya pengguna kontrasepsi jangka pendek seperti suntik, pil dan kondom.
“Model kontrasepsi jangka pendek, disebut Junaedi sangat rentan dan berpotensi gagal,”katanya.
Permasalahan lain yang tak kalah krusial, menurut Junaedi masih rendahnya partisipasi kaum pria dalam ber-KB, kurangnya kesadaran perilaku PUS dalam menggunakan alat kontrasepsi, serta masih kurangnya jumlah tenaga penyuluh KB.
“saat ini satu petugas PLKB masih harus melayani 3 sampai 4 Desa,”katanya.
Menyikapi hal tesebut, Junaedi mengaku telah menyiapkan berbagai program di Tahun 2014. Sebagai prioritas, pihaknya akan berupaya meningkatkan contraceptive prevelance rate (CPR) menjadi sebesar 83,5 %, dan menurunkan kebutuhan KB yang belum terpenuhi, atau unmeet need sebesar 5,6 %.
“kami menargetkan tercapainya 9.843 peserta KB Baru dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), serta 1.055 peserta KB pria,”katanya.
Selain itu, pada Tahun 2014, BKB juga akan lebih memperhatikan penyiapan kehidupan keluarga bagi remaja (PKBR), demi mendewasakan usia perkawinan dan penundaan kehamilan bagi PUS berusia di bawah 20 tahun.
Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif mengaku cukup apresiatif dengan capaian kinerja BKB. Meski begitu, Bupati juga menyoroti penurunan capaian target akseptor baru yang terjadi dua tahun belakangan. Dari capaian over target di Tahun 2011 yang mencapai 121,3 %, angka 108,8 % yang dicapai pada 2012 dan 2013 memang mengartikan adanya penurunan.
“ saya berharap di tahun 2014, akan ada perbaikan pencapaian target lagi demi terwujudnya peningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Wonosobo,”katanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar